Monday, February 11, 2019

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PARTISIPASI SEBAGAI SOLUSI BAGI MASALAH YANG ADA DI MASYARAKAT


Oleh : Haerul Jamal, Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Agama Islam Negri Syekh Nurjati Cirebon.

Akhir-akhir ini masalah-masalah yang terjadi di masyarakat semakin kompleks, tak hanya masalah ekonomi, tetapi menyangkut pada masalah-masalah lain seperti krisis moral, agama, pendidikan dan sosial. Khusus masalah ekonomi, adalah masalah yang paling pokok dan radikal (mengakar), karena masalah ekonomi dapat merambat dan menjadi pemicu masalah-masalah lainnya. Seperti yang kita ketahui pada tahun 1998 saat jatuh nya orde baru dimana krisis ekonomi memicu terjadinya krisis-krisis yang lainnya.
Untuk mengatasi permasalaha-permasalahan tersebut, tentu peran aparat pemerintah dari mulai pusat sampai ke tingkat desa mutlak diperlukan, dan sebagaimana telah kita ketahui dan rasakan bahwa pemerintah telah cukup berusaha dengan program-programnya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program-program tersebut tentu titik akhirnya ditujukan kepada berdayanya masyarakat, baik berdaya dalam bidang agama, berdaya dalam bidang pendidikan, berdaya dalam bidang sosial, dan berdaya dalam bidang ekonomi khusus nya.
Namun segala usaha dan program yang dilakukan pemerintah tentu tak selamanya efektif dan tepat sesuai dengan yang direncana kan. Seperti yang telah kita ketahui dan rasakan bersama bahwa setelah sekian banyak program dan dana yang digelontorkan pemetintah untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam masyarakat, sangat sedikit sekali membawa dampak yang signifikan bagi kemajuan masyarakat. Sebagai contoh program bantuan masyarakat yang sifat nya langsung untuk masyarakat, bantuan-bantuan tersebut hanya bermanfaat sementara bagi masyarakat, setelah bantuan tersebut habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka habis pula manfaat dari program tersebut. Dan keberdayaan masyarakat sangat sulit dicapai karena tidak adanya kesinambungan dari manfaat bantuan yang diberikan tersebut.
Jika kita analisis masalah-masalah yang ada di masyarakat menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat yang terdapat dalam buku karya Aziz Muslim yang berjudul “Dasar-dasar Pengembangan Masyarakat Islam”, maka kurang efektif dan tepatgunanya program-program dari pemerintah tersebut disebabkan oleh orientasinya hanya pada kebutuhan dasar masyarakat, tanpa mengetahui kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Pemerintah hanya menganalisis sendiri kebutuhan masyarakat tanpa mencari tau kebutuhan yang sebenarnya dari masyarakat. Akibatnya, masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah tidak tau apa yang harus mereka lakukan dengan bantuan-bantuan dari pemerintah tersebut karena itu tidak sesuai dengan keahlian dan kebutuhan mereka.
Dalam buku karya Aziz Muslim tersebut disebutkan bahwa permasalahan yang terjadi di masyarakat akan teratasi jika melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif. Artinya, masyarakat yang menggali sendiri permasalahan dalam lingkungan mereka, masyarakat yang mecari solusi untuk menyelsaikan permasalahan dalam diri mereka , dan masyarakat lah yang mengutarakan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membatu mengatasi permasalah tersebut, sedangkan dalam hal ini pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator dan penyedia bantuan saja. Hal ini tentu akan menimbulkan kemandirian dalam masyarakat, masyarakat tidak akan banyak bergantung kepada pemerintah. Dan tentu tugas pemerintahpun akan lebih ringan dan pengeluaran negara (APBN) pun akan efektif dan efisien.

Jika konsep pemberdayaan seperti itu dilaksanakan, niscaya masyarakat yang berdaya dan madani pun akan terwujud.


No comments:

Post a Comment